Kalau Tuhan Tidak Ada

Saya tidak pernah tahu bagaimana orang yang tidak percaya Tuhan dapat bertahan saat menghadapi cobaan yang sangat berat.

Saya tidak menyalahkan

Saya tidak mencibir

Saya cuma ingin bilang, betapa sulitnya itu …

Maksud saya, ….

Saya sangat percaya Tuhan

Dan ketika ada kesulitan, perasaan bahwa Tuhan ada di luar sana selalu membantu

Saya menjadi tidak merasa menderita karena saya tahu Tuhan berjanji bahwa ’sesudah kesulitan selalu ada kemudahan’…

Saya merasa bahwa beban saya tidak tak tertahankan, karena saya tahu beban itu sengaja diberikan Tuhan karena sebuah alasan yang baik

Saya tenteram karena tahu bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan saya

Saya ingat, suatu kali seorang tentara pernah menempelkan ujung bayonet di leher saya

Ketika itu saya masih di SMA

Dan saya tidak merasa sepenuhnya takut ..

Saya ingat, saya berpikir, kalau Tuhan ingin mencabut nyawa saya sekarang, cabutlah …

’’Tuhan selalu ada di mana-mana’’

Perasaan itu membantu saya hidup

Membuat saya hidup

Apapun cobaan yang harus saya hadapi

Karena itu saya tidak mengerti bagaimana orang yang tidak percaya Tuhan menghadapi kesulitan hidupnya

Karena, dengan begitu, selalu ada kemungkinan limapuluh persen bahwa kesulitan itu tidak akan pernah terselesaikan

… bahwa setelah satu penderitaan, akan datang penderitaan yang lain

… dan penderitaan yang lainnya

… dan ia datang permanen

Dan selalu ada kemungkinan, bahwa, secara acak, saya adalah seseorang yang akan hidup selamanya menderita

Sebagaimana ada kemungkinan, ada orang lain, di dunia sana, yang hidupnya permanen bahagia

Dan saya tidak akan pernah yakin bahwa setelah kesulitan akan datang kemudahan

Dan saya tidak bisa percaya bahwa di belakang sebuah penderitaan, ada alasan

.. karena bagaimana ada alasan di belakang sesuatu, bila tidak ada yang menciptakan sesuatu?

Seseorang bilang, manusia menciptakan Tuhan karena itu membantunya menghadapi alam yang tidak bisa ia kendalikan

Mungkin ia benar

Mungkin benar bahwa Tuhan memang tidak ada

Mungkin benar bahwa kepala kita sendiri yang menciptakan ide tentang Tuhan supaya hidup kita menjadi tenteram

Mungkin itu benar

Tapi buat saya, kesadaran tentang adanya Tuhan membuat saya bisa bertahan

Kalau ternyata setelah saya mati, ternyata Tuhan tidak ada, saya tidak rugi

Saya sudah menjalani hidup dengan nyaman

Dan itu yang paling menentukan …

7 Responses to “Kalau Tuhan Tidak Ada”

  1. vibra Says:

    Nice….

  2. Ain Says:

    satu sisi, saya jg kadang berpikir mungkin Tuhan cuma imajinasi belaka. tapi di sisi lain, mungkin juga ini kebesaran-Nya: Dilihat pragmatis pun, masih berguna.

  3. ' Shantoy ' Says:

    Jangan pernah mencari Tuhan karena dia hanya hadir dalam keyakinan. Jangan gunakan logika untuk menalari Tuhan karena hanya hatilah yang bisa merasakan. Jangan biarkan orang lain tahu bagaimana komunikasimu denganNya.
    Cuma numpang comment lah, Mas. Hehe…

  4. Opie Says:

    saya hanya tau…dan begitu terasa, ketika egar lahir 26 sept 06. Tuhan Maha Dahsyat!!!

  5. Surya Says:

    tapi dengan menggunakan logika Nietzsche, tuhan telah mati, maka dosa dan pahala hilang bersama kematian tuhan. begitu pula konsekuensi dari dua hal itu, surga dan neraka. karena empat hal ini telah tiada, maka tidak ada konsekuensi apapun dari perbuatan apapun oleh siapapun. bukankah justru membebaskan? tiada ketakutan. tiada hambatan berbuat.
    tapi satu hal yang pasti: being an agnostic, deistic, whatever, is truly sucks….
    (hehehe…numpang beken mas…)

  6. houseofsocratez Says:

    Dalam logika Yin Yang, cerita Bang Ade hanyalah satu sisi dari sekeping mata uang. Anda bisa melihat Tuhan dalam diri orang yang Tak Bertuhan, dan sebaliknya, anda bisa melihat Tak Bertuhan dalam diri orang yang bertuhan. Singkatnya, berTuhan atau Tidak berTuhan tidak akan membuat perbedaan besar, sebab objeknya tetap sama : MANUSIA

    Tentara Merah (Red Army), Pemberontak Konstraad di Rusia yang memperjuangkan komunisme begitu gagah berani. Pada hari itu untuk sebuah kemenangan mereka tak membutuhkan keberadaan Tuhan kecuali KONSEP/cita-cita dan diri mereka sendiri. Kematian mereka mengilhami perjuangan yang lain. Mereka paham bahwa hidup ada artinya jika tidak tercapai cita. Everything or Nothing at all.

    Dan hal serupa dialami oleh pejuang-pejuang yang berTuhan. Apa yang menjadikannya sama ?

    Mereka bertahan hidup demi suatu cita-cita, yakin akan cita-cita mereka. Dan entah orang itu berTuhan atau tidak berTuhan mereka pasti memiliki cita-cita.

    Jika saat itu bayonet menempel di leher seorang Bang Ade yang atheist, hanya cita-cita dan keyakinan yang kuat akan perjuangan yang membuat Bang Ade terus hidup. bukan Tuhan. Sebab dalam pola pikir orang yang berTuhan, Tuhan tidak sudi menyelamatkan orang yang tidak mengenal DIA. Maka yang lain yang akan menyelamatkan..

    nice too see you Bang Ade after a long time

  7. houseofsocratez Says:

    sorry koreksi bang.. hidup TAK ada arti jika tak tercapai cita-cita

Leave a Reply